Malioboro Semakin Rapi, Berujung Pembeli Semakin Sepi
Malioboro
Semakin Rapi, Berujung Pembeli Semakin Sepi
Yogyakarta, HarianKampus-Sejak adanya rekonstruksi pembangunan Teras Malioboro, penjual mainan yang tidak memiliki lapak dagang berceceran di depan Pasar Bringharjo dari pukul 08.00 hingga pukul 18.00.
Tak
bisa dipungkiri, semrawutnya pedagang mainan di depan pasar merupakan imbas
dari adanya relokasi para pedagang. Beberapa pedagang yang mulanya berjualan di
sepanjang trotoar Malioboro, kini telah dialihkan ke lapak Teras Malioboro.
Namun, ada juga beberapa pedagang yang memilih untuk tidak ikut pindah ke lapak
Teras Malioboro.
Sore
itu pukul 15.00, terlihat gerobak mainan yang sama sekali tak dijamah oleh
pengunjung. Bahkan tidak ada sama sekali orang yang sekadar berlalu-lalang di
depan gerobak mainan tersebut.
Wartini
(43), salah satu penjual mainan mengatakan bahwa semenjak adanya relokasi
pedagang, penjualan mainan miliknya mengalami penurunan drastis. Pengunjung
yang datang di sepanjang jalan Malioboro saat ini hanya sekadar duduk-duduk dan
bersantai. Hal ini berbeda dengan keadaan sebelum adanya Teras Malioboro,
pengunjung yang datang cenderung bersantai sambil berbelanja di sepanjang jalan
Malioboro.
“Sebelum
pedagang-pedagang dipindahkan ke Teras Malioboro setiap harinya pasti laku,
entah satu atau dua mainan. Sekarang semenjak keadaannya seperti ini kadang
seharian jualan tidak laku sama sekali. Saya sendiri tidak mau jika disuruh
pindah ke Teras Malioboro, karena jualan saya cuma sedikit satu gerobak kecil.
Rugi disewa tempatnya,” kata Wartini.
Penurunan
jumlah pembeli yang signifikan membuat beberapa penjual mengeluh, khususnya
Wartini. Ia hanya bisa berharap agar penjualan mainan bisa kembali seperti
sebelumnya. (HarianKampus, 15/11/2023). (SZ)

Komentar
Posting Komentar